snow

Kamis, 24 Maret 2011

laela

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kegiatan menulis sudah kita lakukan mulai sejak sekolah dasar mulai dari kata-kata sampai pada menulis sebuah karya tulis, kegiatan ini memang mudah akan tetapi dalam membuat sebuah tulisan yang baik dan benar diperlukan ilmu atau cara agar tulisan kita dapat dipahami dan sesuai dengan EYD.
Kita ambil contoh dalam menulis sebuah karangan atau cerita diperlukan banyak kata-kata yang disusun menjadi sebuah kalimat, dari kalimat kita kembangkan lagi menjadi sebuah paragraf.
Menyusun sebuah paragraf berarti menyampaikan suatu gagasan atau pendapat tertentu yang harus disertai alasan ataupun bukti tertentu.
Menyusun suatu paragraf yang baik harus memperhatikan beberapa aspek. Aspek-aspek tersebut antara lain adalah ide pokok yang akan dikemukakan harus jelas, semua kalimat yang mendukung paragraf itu secara bersama-sama mendukung satu ide, terdapat kekompakan hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain yang membentuk alinea, dan kalimat harus tersusun secara efektif.
Akan tetapi kenyataannya masih banyak yang kurang memahami apa itu paragraf, bahkan cara penulisannaya pun kurang dipahami.
Oleh karena itu, untuk lebih memahami bagaimana menyusun sebuah paragraf yang benar dan mengetahui berbagai macam jenis paragraf penulis mencoba mengangkat sebuah makalah yang berjudul “Menyusun Paragraf” yang diharapkan dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan umumnya bagi pembaca.

B.     Perumusan Masalah
Perumusan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian paragraf?
2.      Terbagi menjadi berapa paragraf itu?
3.      Bagaimana membuat paragraf yang baik?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Dapat mengetahui pengertian dari paragraf
2.      Dapat mengetahui jenis-jenis paragraf
3.      Dapat mengetahui dan menerapkan bagaimana membuat paragraf yang baik


BAB II
MENYUSUN PARAGRAF

A.    Pangertian Paragraf
Paragraf merupakan kata lain dari alinea yaitu suatu bentuk bahasa yang merupakan penggabungan dari beberapa kalimat yang saling berkaitan secara utuh yang maknanya membentuk satu kesatuan pikiran dan dalam penulisannya harus dimulai dengan baris baru dan kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (beberapa ketukan ke sebelah kanan).
Dari definisi diatas paragraf merupakan penggabungan dari beberapa kalimat yang terdiri dari beberapa kata yang maknanya memiliki kesatuan, dalam sebuah paragraf membentuk satu pikiran utama yang biasa kita kenal dengan kalimat utama.

B.     Jenis-jenis Paragraf
Jenis-jenis paragraf banyak macamnya dilihat dari paragraf menurut posisi kalimat topiknya, paragraf menurut isinya dan paragraf menurut fungsinya[1].
1.      Paragraf Menurut Posisi Kalimat Topiknya
Kalimat yang berisi gagasan utama dalam paragraf adalah kalimat topik, letak kalimat topik dalam sebuah paragraf menjadi penting karena keberadaan kalimat topik dalam sebuah paragraf memberikan makna (warna) bagi sebuah paragraf.
Berdasarkan posisi kalimat topik, paragraf dapat dibedakan atas empat macam, yaitu paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf deduktif-induktif, paragraf penuh kalimat topik.
a.      Paragraf Deduktif
Paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal sebuah paragraf yaitu paragraf yang menyajikan pokok permasalahn terlebih dahulu yang kemudian menyajikan uraian secara terperinci mengenai permasalahan yang terjadi secara berurut.
b.      Paragraf Induktif
Paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf yaitu paragraf yang menyajikan uraian permasalahan terlebih dahulu barulah dakhiri dengan kalimat utama.
c.       Paragraf Deduktif-Induktif
Paragraf yang kalimat utamanya berada di awal dan akhir kalimat. Kalimat pada akhir paragraf umumnya menjelaskan atau menegaskan kembali gagasan utama yang terdapat pada awal paragraf.
d.      Paragraf penuh kalimat topik
Seluruh kalimat yang membangun paragraf sama pentingnya sehingga tidak satupun kalimat yang khusus menjadi kalimat topik. Kondisi seperti itu dapat atau biasa terjadi akibat sulitnya menentukan kalimat topik karena kalimat yang satu dan lainnya sama-sama penting. Paragraf semacam ini sering dijumpai dalam uraian-uraian bersifat deskriptif dan naratif terutama dalam karangan fiksi.
2.      Jenis Paragraf Menurut Sifat Isinya
Isi sebuah paragraf dapat bermacam-macam bergantung pada maksud penulisannya dan tuntutan korteks serta sifat informasi yang akan disampaikan. Penyelarasan sifat isi paragraf dengan isi karangan sebenarnya cukup beralasan karena pekerjaan menyusun paragraf adalah pekerjaan mengarang juga.
Berdasarkan sifat isinya, alinea dapat digolongkan atas lima macam,yaitu:
a.        Paragraf Persuasif
Isi paragraf mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca. Paragraf persuasif banyak dipakai dalam penulisan iklan,terutama majalah dan koran.
b.        Paragraf Argumentasi
Isi paragraf yang membahas satu masalah dengan bukti-bukti alasan yang mendukung.
c.         Paragraf Naratif
Isi paragraf yang membaahas peristiwa atau keadaan dalam bentuk data atau cerita.
d.        Paragraf Deskritif
Paragraf yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan bahasa.
e.         Paragraf Eksposisi
Paragraf yang memaparkan sesuatu fakta atau kenyataan kejadian tertentu.
3.      Jenis Paragraf Menurut Fungsinya dalam Karangan
  Menurut fungsinya, paragraf dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a.      Paragraf Pembuka
Bertujuan menyampaikan suatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan. Paragraf pembuka harus disajikan dalam bentuk yang menarik untuk pembaca.
Sebagai bagian awal sebuah karangan, paragraf pembuka harus di fungsikan untuk:
1.      Menghantar pokok pembicaraan
2.      Menarik minat pembaca
3.      Menyiapkan atau menata pikiran untuk mengetahui isi seluruh karangan.
Setelah memiliki ke tiga fungsi tersebut di atas dapat dikatakan paragraf pembuka memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah karangan. 
b.      Paragraf Pengembang
Bertujuan mengembangkan pokok pembicaraan suatu karangan yang sebelumnya telah dirumuskan dalam alinea pembuka. Paragraf ini didalam karangan dapat difungsikan untuk:
1.      Mengemukakan inti persoalan
2.      Memberikan ilustrasi
3.      Menjelaskan hal yang akan diuraikan pada paragraf berikutnya
4.      Meringkas paragraf sebelumnya
5.      Mempersiapkan dasar bagi simpulan.
c.       Paragraf Penutup
Paragraf ini berisi kesimpulan dari seluruh karangan. Paragraf ini merupakan pernyataan kembali maksud penulis agar lebih jelas. Mengingat paragraf penutup dimaksudkan untuk mengakhiri karangan. Penyajian harus memperhatikan hal sebagai berikut :
1.      Sebagai bagian penutup, paragraf ini tidak boleh terlalu panjang
2.      Isi paragraf harus berisi kesimpulan sementara atau kesimpulan akhir sebagai cerminan inti seluruh uraian
3.      Sebagai bagian yang paling akhir dibaca, disarankan paragraf ini dapat menimbulkan kesan yang medalam bagi pembacanya

C.    Membuat Paragraf yang Baik
Terkadang kita mengalami kesulitan dalam membuat sebuah paragraf baik itu dalam susunan kalimatnya maupun dalam cara penulisannya.  Untuk membuat sebuah paragraf yang baik diperlukan ketelitian isi dari sebuah paragraf yang artinya kalimat tersebut sepadan atau memiliki arti yang sepadan.
Syarat paragraf yang baik adalah kepaduan paragraf, kesatuan paragraf, dan kelengkapan paragraf[2].
1.      Kepaduan Paragraf
Langkah-langkah yang harus kita tempuh adalah adanya kemampuan untuk merangkai kalimat yang saling berkaitan satu sama lain sehingga logis dan serasi.
2.      Kesatuan Paragraf
Syarat yang kedua adalah kesatuan paragraf. Yang dimaksud kesatuan adalah tiap pargaraf hanya mengandung satu pokok pikiran yang diwujudkan dalam kalimat utama. Kalimat utama yang diletakkan di awal paragraf biasa kita sebut dengan paragraf deduktif, sedangkan kalimat utama yang diletakkan di akhir paragraf biasa kita sebut dengan paragraf induktif. Adapun ciri-ciri dalam membuat kalimat utama, yakni kalimat yang dibuat harus mengandung permasalahan yang berpotensi untuk diperinci atau diuraikan lebih lanjut.
3.      Kelengkapan Paragraf
Sebuah paragraf dikatakan lengkap apabila di dalamnya terdapat kalimat-kalimat penjelas secara lengkap untuk menunjukkan pokok pikiran atau kalimat utama. Ciri-ciri kalimat penjelas yaitu berisi penjelasan berupa rincian, keterangan, contoh dll.
Dari uraian diatas kita pahami bahwa dalam membuat sebuah paragraf memerlukan tiga unsur yaitu kepaduan paragraf, kesatuan paragraf dan kelengkapan paragraf. Jika ketiga unsur tersebut telah terpenuhi barulah kita pahami dalam penulisannya.
Penulisan sebuah paragraf atau alinea terletak pada kalimat pertama dan pada baris pertama, dalam penulisannya pun untuk kalimat awal ditulis agak menjorok ke dalam sekitar lima ketukan.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pembuatan sebuah paragraf tidaklah sulit jika kita memahami betul tata caranya. Yang terpenting dalam membuat sebuah paragraf yaitu keserasian antara ide pokok atau kalimat utama dengan pendukung dari kalimat utama tersebut sehingga dapat dipahami oleh pembaca isi dan jenis dari paragraf yang kita buat.
Penulisan paragraf pun harus mengikuti tata cara yang ada, yakni berada pada awal kalimat yang pada kalimat pertama penulisannya agak menjorok ke dalam, biasakan dengan spasi satu koma lima (1,5) dan ukuran huruf yaitu dua belas (12).

B.     SARAN
Dalam penulisan makalah ini kami menyadari masih terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Akan tetapi kami berharap makalah ini dapat memberikan manfaat yang tentunya positif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar